Jul 28, 2009

Vampire itu beneran ada nggak sih? Kalo ada, ada yang tau sekolah tinggi buat calon pemburu vampire nggak? Atau at least tempat kursus deh..


Gue abis nonton Blood: The Last Vampire and the movie was good, not awesome yet...but good. Para pembuatnya cukup sukses dalam menerjemahkan ke dalam bentuk film...not like the shitty Dragonball Evolution. Gue yg gak pernah baca komiknya ato nonton animenya juga langsung mudeng maksud ceritanya...tp emang dasarnya gue pinter sih... . Filmnya sendiri overall sih keren. Dengan adegan2 action ala film kungfu Jepang & Cina, digabung dengan sedikit spesial efek animasi yang nggak berlebihan (dan sekali lagi..not like the shitty Dragonball Evolution), gue acungin...1 jempol aja deh. Kenapa nggak 2 atau 4 jempol? Karena gue kurang suka pas adegan truknya yang dinaikin Saya sama si cewek satunya itu terjun ke jurang. Mirip sama adegan kereta api terjun ke jurang di Wanted (Angelina Jolie). Dan nggak tau kenapa, gue selalu pengin jadi pemburu vampire. Sejak jaman Blade, Van Helsing, Underworld, dan sekarang Blood, vampire hunter selalu keliatan keren dan seksi. Kayaknya rasanya enaaaak banget kalo bisa nebas vampire pake pedang. Udah bisa ngilangin stress gara-gara kerjaan, eh, dapet pahala lagi..!! Lho, iya kan dapet pahala?? Kan membasmi iblis...

Jul 15, 2009

Prinsip Sang Pedagang Gorengan

Tulisan kali ini saya ambil dari sebuah thread di Kaskus berjudul sama ditulis oleh LordDF, aktivis Kaskus, yang sedang menjadi hot thread. Sumber asli silakan klik di sini.

Prinsip Sang Pedagang Gorengan

Di Yogyakarta, ada seorang penjual gorengan yang sudah tua. Dia berjualan di depan bengkel tua yang kecil. Setiap sore sekitar jam 4 dia mulai berjualan di sana...

Ketika saya membeli disana, saya menunggu tempe gorengnya matang. Kebetulan tempe gorengnya belum matang. Sambil menunggu gorengan matang, tiba-tiba ada peminta-minta yang datang...

"Bu, gorengannya seribu ya!"

WTF?#$!
1.000?


Lalu ibu itu memberinya tahu isi dan bakwan. ANEHNYA, dia memberinya sebungkus penuh. 1.000 = Sebungkus?? Impossible! Gw aja beli 5.000 baru dapet sebungkus penuh. Setelah orang ntu pergi, langsung saja saya tanyakan.

"Bu, kok banyak sekali sih dikasih?? "
"Kasihan mas... " , jawab si ibu.

Langsung aja saya cecar lagi...
"Lha, kalo begitu untungnya darimana bu?? "
Jawabannya ternyata...

"Bohong saya kalau saya bilang mendapat untung banyak dari jualan saya. Apalagi seperti barusan. Tapi saya lebih bohong jika saya mengatakan saya tidak bisa membantu orang lain."

Well, saya langsung tertegun...
Jadi inget, kalo ada orang minta-minta, bilangnya "gak da uang"...
Padahal uang seratus ribuan berjejer di dompet.

Sambil tertegun, duduklah saya dengen setia menunggu tempe...
Tiba-tiba, saya disodorkan gorengan lainnya dulu. "Mas, makan dulu mas."
Tentu saja saya menolak, "Nanti saja bu, dirumah saja. "

Jawab si ibu, "Gak papa. Gratis kok, sambil nungguin. "

Kali ini saya gak komen apa-apa. Saya rasa saya makin mengerti maksud sang ibu. Namun, setelah saya menerima tempe goreng saya dan membayarnya, entah kenapa keceplosan, "Emang prinsip hidup ibu apa sih?"

Jawabnya...

"Ibu rasa nggak ada. Bagi ibu, kehidupan adalah prinsip terbaik yang ibu pernah rasakan, jalani, dan ketahui. Kehidupan = prinsip. Kehidupan tanpa prinsip, bukanlah kehidupan."

Well, that's the last answer.

Pulang-pulang, entah kenapa gua jadi melakonlis...
Mikirin ibu itu sambil mau menangis...
Komen terakhir menyatakan, bahwa seseorang kadang hanya sekedar berprinsip...
Padahal menurut ibu itu, prinsip dan kehidupan adalah satu...

Komen dari saya sebagai pemilik blog:
Ternyata bukan dari ajaran guru-guru di sekolah atau perguruan tinggi saya bisa mengerti makna hidup yang sebenarnya. Bukan dari melihat kesuksesan orang-orang kaya, maupun para petinggi-petinggi hidup ini. Melainkan dari orang-orang yang justru tidak saya kira sebelumnya.

Jul 14, 2009

Pelajaran Menulis Blog dari Bang Raditya Dika

Menuliskan pikiran yang baik ternyata tidaklah semudah yang saya kira. Ada aturan-aturan tak resmi agar tulisan kita di dalam blog menarik untuk dibaca. Ini saya dapatkan dari blog Raditya Dika si Kambing Jantan. Judulnya Tiga Elemen Penulisan Kreatif dalam Blog.

1. First Sentence yang Menarik
2. Buatlah Tulisan yang Ekonomis
3. Menemukan dan Menggunakan Voice Anda Sendiri

Untuk detail dan penjelasan dari masing-masing, silakan kunjungi langsung blog Raditya Dika di sini.

Terinspirasi oleh beliau, yang di sela-sela ketidakwarasannya masih sempet-sempetnya nulis tulisan yang sangat-sangat bermutu, maka dari itu mulai sekarang...saya berjanji...akan sepenuh hati...segenap jiwa raga...akan berusaha menulis segala sesuatu yang nggak asal-asalan. Saya berani disamber Julie Estelle kalo sampai melanggar janji saya tersebut... Sekian.